‎- man laa yatimul wajib, illa bihi, fahual waajib- artinya “sesuatu hal yang tidak akan tercapai dan terlaksana kewajiban kecuali dengannya, maka hal tersebut menjadi wajib”. 

– al umuru bimaqasidiha- artinya “segala perkara tergantung dari tujuan”. (kita ambil ijma’ ulama suatu amal menjadi sah apa bila memenuhi dua syarat ikhlas dan ittiba’ ila rasul).

– al yaqinu laa yazalu bi syakkin- artinya “sesuatu yang yakin tidak bisa hilang dengan karaguan”. contoh seseorang yang pada waktu maghrib sudah wudhu namu menjelang isya dia datang keraguan apakah masih punya wudhu atau sudah batal.

– al masyaqatu tajlibu bit taisiru– artinya “sesuatu hal yang sulit melahirkan kemudahan”.

– adhararu yuzaru- artinya “segala sesuatu yang membahayakan di hilangkan”.

– al ‘adatu muhakamatun- artinya ”suatu adat bisa di jadikan landasn hukum”.

– al ashlu fil asy-yaa’i al ibahah- artinya “hukum asal semua perkara adalah boleh (mubah) , kecuali yang jelas pelarangannya”.

-al halalu bayyinun wa alharamu bayyinun- artinya “hukum halal itu sudah jelas, haram juga sudah jelas”

-idza ijtama’a al halalu wa alharamu ghulibat al haramu- artinya “ketika bercampur barang halal dan haram, maka haram yang menang, artinya semuanya menjadi haram”

-dar’u al mafasid muqoddamun ala jalbil masholih- artinya “menghindarkan kerusakan harus lebih didahulukan dibandingkan mendatangkan kebaikan”

-al masyaqqatut tajlibuttaisiir- artinya “kesulitan itu mendatangkan kemudahan”

-al ibratu bil ma’ani la bil mabani- artinya “point hukum itu kena pada makna bukan pada kata”

ref: buku ”al mabadi al awaliyah” 

#silahkan antum tambahkan qowaidul fiqhi yang lainnya..
________________________

PERTANYAAN SAYA ADALAH:

Semisal ada Partai Islam atau Partai Dakwah mengundang artis Dangdut atau Band Rock terkenal untuk bernyanyi dan memeriahkan kampanye sebagai salah satu bentuk sarana mengenalkan Calon Pemimpinnya (cagub/cabup) kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat menjatuhkan pilihan kepada sang calon pemimpin tersebut. Maka.., Qowaidul Fiqhi mana yang tepat ? 

2 Tanggapan to “KAIDAH FIKIH”

  1. maulana Says:

    -idza ijtama’a al halalu wa alharamu ghulibat al haramu- artinya “ketika bercampur barang halal dan haram, maka haram yang menang, artinya semuanya menjadi haram”

  2. Assaif Says:

    Al-Halalu bayyin wal haromu bayyin…🙂

"Kembali pada Asholah Dakwah, menuju Generasi Robbani"

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s