2Banyak orang hanya berhitung dan berfikir linier tentang BBM. Mereka secara sederhana mengkaitkan komsumsi BBM hanya dinikmati pada umumnya orang yang mampu (terutama yang memiliki kendaraan roda 4). Sehingga menurut mereka (secara linier) subsidi BBM itu hanya di rasakan orang-orang mampu itu. Padahal BBM adalah kebutuhan primer (energi) yang berkaitan secara efek domino kepada semua sektor kehidupan manusia.

Keluarga miskin (yang tidak punya kendaraan yang menggunakan BBM) justru penderita utama saat harga BBM di naikkan karena biaya komsumsi mereka meningkat sedangkan pendapatan mereka cendrung tetap bahkan bisa kehilangan pekerjaan akibat kenaikan harga BBM. Sementara yang punya kendaraan justru masih bisa bertahan. Parahnya lagi Kemampuan recoveri orang-orang miskin tersebut sangat lambat dan kondisi mereka terpuruk dalam waktu yang sangat lama. Bantuan recovery pemerintah yang di janjikan sebagai bantuan subtitusi atas kenaikan harga BBM justru bersifat linier.

PDIP

Program BLT/BLSM dan sejenisnya tidak mampu membalik kondisi mereka dalam waktu yang cepat. Sehingga kenaikan harga BBM faktanya adalah penderitaan panjang orang-orang miskin dan semakin banyak jumlahnya. Sekarang harga sembako di pasar-pasar tradisional sudah naik 85 hingga 150%. Kenaikan 30% itu dari produsen pangan ke distributor. Dari distributor ke pengecer pertama naik lagi hingga 20% dan biasanya di pasar rakyat itu sudah pengecer ke tiga dan ke empat yang juga sudah menaikkan harga hingga 25% sehingga total kenaikan harga 85 – 150%.

11

PDIP2

Saya baru saja pulang dari pasar Segiri menemani istri belanja.. Dan air mata saya hanya bisa menetes ketika mendengar keluhan-keluhan orang kecil berbaju lusuh tak jadi membeli kebutuhannya karena uang mereka tak cukup lagi… “Kemarin kan masih seribu pak kenapa sekarang jadi tiga ribu…” Itu keluh mereka. Innalilahi wa inna ilaihi raji’un, hasbunallaahu wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir. Ya Allah ampuni kami.

PDIP3

1

Jokowi dan PDI Perjuangan itu seperti pribahasa bilang, “lain hulu lain parang, lain dulu lain sekarang”. Dulu mereka teriak lantang mengatasnamakan rakyat menolak kenaikan harga BBM, sampai-sampai menerbitkan “Buku Putih 1001 Menolak BBM Naik”. Saat kampanye, Jokowi pun banyak berjanji tidak akan menaikkan harga BBM. Tapi realitas dan fakta mengatakan mereka telah menipu atas nama rakyat. #Merdeka

1

Mungkin ungkapan Sayyid Quthb ini perlu kita renungkan kembali untuk menilai kondisi umat hari ini:

“Tidak ada satu hal pun yang membuat tughat (pemimpin zalim) semakin menjadi-jadi dalam kezalimannya selain kelalain, kehinaan, kataatan, dan kepatuhan masyarakat banyak kepadanya. Tughat itu hanyalah pribadi yang tidak mempunyai kekuatan hakiki, dan juga tidak mempunyai kekuasaan. Ia hanyalah masyarakat banyak yang tidak mau tahu lagi hina, yang membungkukkan punggunggunya untuk ditunggagi, menjulurkan lehernya untuk ditarik, serta merendahkan kepalanya supaya dinaiki. Lalu mereka mengalah kepada tughat itu dari segala harga diri, kehormatan, dan izzahnya. Maka semakin menjadilah kesewenang-wenangannya”.

"le', hari ini makannya pake nasi aking, besok nenek ngutang raskin lagi ke warung.."

“le.., hari ini makan nasi aking ya, besok emak ngutang raskin ke warung..”