Wahaby / Salafy bukan saja gemar mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya tetapi sesama Salafy saja mereka juga saling mengkafirkan..coba simak tulisan dibawah ini :

Ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan (tempat mangkalnya salafy wahdah islamiyyah), Ustadz salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

Ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu (geng salafy sururi), ustad-ustadz nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij umat ini.

Ketika saya hadir di masjid fatahillah (salah satu salafy yamani), ustadz salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah Islamiyyah, salafy MTA, salafy Persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) itu Ustadz otodidak yang pakar hadas (najis) bukan pakar hadis.

Muhamad Umar As Seweed (salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as Seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/ organisasi. oragnisasi adalah hizbi.

salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

Pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. Dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, Tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

Ironis sekali, salafy yang mengaku-ngaku anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat Islam. Juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. Salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

Ironis sekali, Ustadz-usyadz salafy Indonesia yang konon belajar jauh-jauh dan lama ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat BEJAT DAN AROGAN (Huuh..keras banget yah😀 ).

Mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku-buku tebal (astaghfirullah).

Yah…keledai ditengah tumpukan buku-buku tebal tetap saja keledai.
Jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.
Jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.
Jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

BEGINILAH TABIATNYA SALAFY / WAHABI. Wallahu’alam bis Showab. Smoga menjadi sarana Tarbiyah untuk kita semua yang mengaku memegang panji islam.

Sumber : Anonimous (Orangnya gak nyebutin nama, tapi cukup menjadi ilmu agar kita bisa merapihkan shaff2 kita.)😀 Salam.