“SELAMAT DATANG GENERASI MUDA PEMBAHARU BANGSA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN”

Sebuah tulisan terpampang dengan pongahnya pada sebuah spanduk Organisasi mahasiswa islam hmi-mpo komisariat fisip unsoed, “Selamat Datang Generasi Muda Pembaharu Bangsa Di Universitas Jenderal Soedirman”. Spanduk Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam yang bergelar Majelis Penyelamat Organisasi ini lumayan ekspresif dan memiliki semangat kebangsaaan serta nasionalisme yang tinggi. Spanduk yang kurang lebih berjumlah enam buah dan memiliki ukuran 5,5×1,5 meter itu terpasang dititik jalan-jalan disekitar kampus unsoed. Spanduk itu berisi ucapan selamat datang bagi Mahasiswa Baru angkatan 2008, baik yang sudah resmi diterima menjadi Mahasiswa maupun Mahasiswa yang baru melakukan registrasi.(ketika pertama kali ane ngeliat ntuh spanduk, ane mbatin dalam hati : “wedeeeh..,hmi-mpo maco juga nih..spanduke uakeh tenan, neng ngarep kampus..neng mburi kampus..samping kampus, mantep..jan..jan”.). Spanduk dengan font colour hitam hijau itu pastilah menarik perhatian siapa saja yang melihatnya, apalagi bagi seorang Aktivis Mahasiswa.

Uupz…yang menjadi perhatian saya disini bukan pada isi spanduk yang terpasang (isi pesan spanduknya sudah cukup bagus), melainkan tulisan dan gambar yang ada dipinggir dan bawah tulisan itu. Sebuah iklan rokok bertuliskan “LA Light, Enjoy Aja” menghiasi tulisan sepanduk tersebut, mungkin bukan menghiasi..lebih tepatnya adalah merusak esensi isi pesan spanduk. Sungguh sebuah pragmatisme kepemimpinan yang memprihatinkan itu disampaikan oleh sebuah Organisasi yang mengaku sebagai Organisasi Islam, dengan Idiologi Islam, dan orang-orang yang ada didalamnya adalah Orang Islam. Sungguh menyayat hati dan mencoreng wajah generasi muda bangsa ini manakala sandang pemuda islam mengajak generasi muda bangsa dengan menyuguhkan/ menempatkan sebuah iklan rokok didalamnya. Mau dibawa kemanakah generasi muda ini?. Ketahuilah teman…sebuah niat baik saja tidaklah cukup dengan sebuah simbol islam saja, akan tetapi harus ada mekanisme dan system yang baik pula, agar pekerjaan itu berbuah sebuah kebaikan dan manfaat tersendiri bagi orang lain serta tidak mengurangi sebuah makna dan esnsi. Ummat islam ini terpuruk karena ruh dan nilai-nilai islam itu sendiri tidak diamalkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari, saya secara pribadi tidak faham apakah teman-teman hmi-mpo sudah tau atau benar-benar belum mengerti. Dalam hati kecil saya bertanya, generasi muda pembaharu bangsa seperti apa yang diinginkan oleh teman-teman hmi-mpo ini?. Mungkin spanduk itu menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi teman-teman hmi-mpo, akan tetapi menjadi sebuah perbincangan dan diskusi kecil dikalangan aktivis Mahasiswa baik dari KAMMI ataupun HMI Dipo. Bukan hanya itu saja, ada beberapa hal yang menarik dan bisa kita kritisi bersama, contoh yang menarik adalah penulisan alamat e-mail yang tertera pada spanduk tersebut, HMIgue.BukanDipo@gmail.com. Wow…sebuah sparatisme ukhuwah.

Laiknya sebuah partai politik peserta pemilu, hmi-mpo komisariat fisip akhir-akhir ini sangat gencar mengkampanyekan Organisasinya, dari mulai spanduk, booklet, majalah dinding, pamflet, leaflet, kaos, blog, pin, stiker hingga e-mail. (hhmm..ada apa gerangan? jangan-jangan hmi-mpo mengalami lose generation lantaran system kederisasi yang tidak berjalan dengan baik.). Yang terbaru saat ini adalah sebuah pamflet yang terpasang dipohon disamping kampus fisip, bertuliskan gabung nyok hmi-mpo komfis.

Sikap kritis, objektif dan nuansa intelektualitas sudah semestinya ada dalam diri seorang mahasiswa. Dalam hal ini, semua bentuk perangkat, sarana, tema, issue, hingga sponsorship yang digunakan ahsannnya adalah sebuah nilai-nilai intelektualitas dan memiliki pesan moral dan pencerdasan bagi Mahasiswa khususnya dan Masyarakat pada umumnya. Ini menjadi penting, mengingat Organisasi ini adalah Organisasi Islam yang harus mempertanggung jawabkannya kepada Rabb dan Generasi muda bagsa.

-Terinspirasi oleh ceramah jum’at Pak Ahmad Sabiq, M.Si @ masjid fatimatuzzahra.