ADA APA DENGAN CINTA…???

Oleh Ust. Anwar Anshori, S.Ag

[Pangisi Kajian Getar Kalam Radio Dakta 107 FM Bekasi].

Abdullah Nasyih Ulwah : Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni yang tak dapat dipisahkan dengan kehidupan. Ia merupakan fitrah yang dikehendaki oleh Allah ‘Azza wa jalla.

Firmannya :

“…(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tak ada perubahan pada fitrah Allah. (Ar-rum : 30)

*) Fitrah adalah kesucian asal yang manusia memilikinya.

Muhammad Ibnu Daud Azh Zahiri : “Cinta adalah cermin bagi orang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemah lembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Kerena sebenarnya ia tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya sendiri”.

Menurut Alquran Cinta ada tiga tingkatan. Dalam surat Attaubah : 24.

  1. Tingkat tertinggi, Cinta kepada Allah, Rasululloh dan Jihad fii sabilillah.

  2. Tingkat menengah, Cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat.

  3. Tingkat terendah, Cinta yang lebih mengutamakan keluarga, harta dan tempat tinggal.

CINTA BIRAHI (HAWA NAFSU) Ghairu Syar’iyah.

Kecenderungan manusia kepada keindahan adalah fitrah, tetapi juga merupakan ujian bagi manusia. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

“ Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu cinta syahwat kepada kaum wanita, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak…” (Q.S Alimron :14)

Dan Firman Allah ‘Azza wa jalla lainnya :

” Disitulah diuji orang-orang yang beriman dan digoncangkan (hatinya) denagn goncangan yang sangat” (Q.S Alahzab :11)

Cinta syahwat mendorong manusia pada kemaksiatan. Nafsu syhwat terdapat dua kelompok., yaitu pertama : nafsu yang dirahmati, dibimbing oleh Allah, membawa manusia pada kebahagiaan hidup didunia dan akhirat. Pemanfaatannya melalui jalur perkawinan yang sah. Kedua, nafsu syahwat yang tidak dirahmati Allah ”Azza wa jalla, sifatnya liar karena dipimpin oleh iblis. Akan membawa manusia pada kesengsaraan hidup dunia dan akhirat. Seperti zina, homosex, melacur, onani dan termasuk pacaran.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

” Dan Aku tidak akan membebaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu syahwat itu mendorong manusia kedalam kejahatan, kecuali nafsu yang dirahmati oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Yusuf : 53)

PACARAN ITU HARAM!!!

  1. Pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang TIDAK dirahmati oleh Allah.

  2. Pacaran hanya akan merusak kemurnian cinta itu sendiri, karena lebih didorong kepada nafsu syahwat dan hanya sekedar memanipulasi peran untuk membohongi pihak yang ingin dipacari.

  3. Pacaran adalah pertautan antara hati yang penuh dengan kesyahduan, yang ingin direngkuhnya adalah hubungan intim tanpa batas. Mulai dari tahap perjumpaan, tatapan, perkenalan, pengungkapan diri dari pertalian dan pada akhirnya adanya pembuktian.

  4. Pacaran adalah refleksi hubungan intim dan merupakan ring paling empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina. Dan Allah mengharuskan kita menjauhi perbuatan zina tersebut.

  5. Cinta terkait denagn ma’rifatulloh dan Pacaran TIDAK ADA yang islami.

Ibnu Qayyim mengungkapkan : Hubungan tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah cinta keduanya akan berakhir dengan salng membenci dan bermusuhan. Karena

bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan yang tidak diperoleh sebelumnya.

”Dan jangnlah kamu mendekati zina (tindakan-tindakan yang menjurus kepada zina : berpandangan, berpacaran, berduaan, bergandengan tangan, berciuman dll), sesungguhnya zina itu suatu hal yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S Alisra :32)

Rasululloh bersabda : ”Telah tertulis anak adam nasibnya dari zina. Akan bertemu dalam hidupnya tak dapat tidak. Zina mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zinanya hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkannya hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya”. (HR. Muslim dari Abu Hurairoh)

FASILITAS TIMBULNYA ZINA DAN CARA MEMFASILITASINYA.

Pandangan mata. Segala sesuatu itu sumbernya adalah pandangan. Siksa Neraka yang terbesar berasal dari kemaksiatan yang dianggap kecil. Mula-mula memandang, kemudian senyum dan salam, sesudah itu berbicara, akhirnya janji dan kencan.

Prasululloh saw bersabda : “Pandangan itu anak panah beracun dari anak-anak iblis, barang siapa ynag menghindarkannya karena takut kepada Allah, ia akan dikaruniakan oleh Allah keimanan yang terasa amat manis didalam hatinya.” (HR. Hakim)

Rasululloh menasehati ‘Ali bin Abi Tholib : “ Hai Ali…!!!Janganlah perturutkan satu pandangan yang lain, karena sesungguhnya buatmu yang pertama dan bukan yang akhir (kedua).” (HR. Ahmad)

Lihat Alquran surah annur : 30-31

Pandangan yang dibolehkan. Seperti dalam pengobatan, peminangan (keterpaksaan).

Pergaulan bebas :Rasululloh menasehati kita : ”Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahromnya, sebab bila demikian setanlah yang menjadi pihak ketiganya:. (HR. Ahmad)

Bukan hanya menundukkan pandangan tetapi juga menundukan hati. Bukan cantik yang menghasilkan cinta tetapi cintalah ynag membuahkan kecantikan.

Cara menghindari zina hati :

  1. Mentadaburi Alquran.

  2. Dzikrullah.

  3. Qiyamulail.

  4. Membangun pemahaman ilmu.

  5. Datangi majelis-majelis ’ilmu dan majelis dzikir. Bukan majelis tak lazim.

SEMOGA BERMANFAAT…