9 Tanggapan to “Catatan Harian ane”

  1. mujahidallah Says:

    Hari ini 17 Desember 2008 Jam 12:16:58,
    Sebuah sms taujih hadir di inbox hp ane. Setelah ane buka, ternyata dari salah seorang Ikhwah Biologi. Isi sms itu lumayan sangat panjang, berikut :

    “Ada yang merasa bangga dengan amalnya yang sedikit..Lalu dia berkata “Saya telah melakukan banyak hal,,,ini dan itu..saya telah berfikir banyak hal untuk ummat, untuk dakwah, untuk masa depan..dll”.
    Sungguh, Orang2 yang merasa kontribusinya besar..padahal baru sedikit yang ia lakukan dan ia selalu mengumumkan dalam rangka mencari pujian maka akan patut dipertanyakan keikhlasan dalam beramal. Terkadang ‘riya’ itu tanpa sadar masuk dalam jiwa manusia..Afwan..sekedar renungan untuk menata setiap ‘gerak’ yang kita lakuakan,,medan da’wah itu bukanlah kata-kata tapi pada amal yang kongkrit. jangan terlalu sering menggunakan waktu/ sarana/fasilitas untuk yang tidak perlu. Bukan bermaksud untuk menggurui, cukup dan tidak menerima comment. semoga bermanfaat. Afwan”

    Sejenak ane termenung dan berfikir serta berkata dalam hati : “Mungkinkah yang beliau maksud itu ane?? Astaghfirullah..apa mungkin ane seperti yang beliau maksud?? Walaupun sms itu tidak secara langsung ditunjukkan untuk ane, wallahu alam.. Sungguh kerdil diri ini. Ya Allah engkau Maha Mengetahui setiap amalan hamba2nya yang engkau sayangi. Rasa sesak pun hadir dibalut sedih..seketika itu pun ane lemas dan merasakan hamasah yang ada dalam diri ini pergi jauh meninggalkan ane. Jauuuuhhh. Beban hidup pun semakin bertambah. Subhanallah.Telak sudah, jatuh sudah.Dalam hati kecil ane berkata :”inikah..kata2 dari seorang ikhwah?? Dari seorang yang sangat ane percayai, hormati, yang sudah ane anggap sebagai seorang yang berbeda. Rasanya beliau tau betul amalan-amalan yang telah ane lakukan. Tau betul apa yang salah dan tidak, tau betul yang ikhlas dan yang riya. Subhanallah..”

    Wallahu ya’lamu ma ta’malun..

  2. Pengirim tausyiah Says:

    Seperti yang telah ana sampaikan bahwa sms itu berlaku untuk SEMUA sodara seiman ana. Cuma mau ngingetin beberapa orang yang “Narsis”-nya udah terlalu berlebihan. Dan Jika ana, antum dan sodara seiman lainnya dapet isi taujih yg sama kayak gitu pastipun mereka akan sakit hati. Tapi semoga bisa jadi bahan renungan bersama.

    Nah namanya juga manusia jadi bisa aja salah. Oleh karena itu ana minta maaf yang sebanyak-banyaknya kalo udah menyakiti. Afwan katsir. (termasuk ketika isi tausyiah ini di publikasikan maksudnya apa, ana nggak faham dah!)

    Remaider to saudara seiman untuk Menjauhi sifat dibawah ini:

    Sum’ah : mendengarkan yang telah diamalkan (pingin didenger, pengen dipuji)

    Riya : sana kayak sum’ah tapi bedanya kalo riya (pingin di lihat).

    Jazakumulloh.

  3. mujahidallah Says:

    Gak ada maksud apa2 ukh..cuma ini adalah bagian dari kehidupan dan ukhuwah ane..
    Gak apa2 kan ya. Insya Allah.

    Oke..Sip!! Syukron Jazakillah.
    Kita saling mendoakan saja, insya Allah.

  4. mujahidallah Says:

    Sebuah hidangan tengah malam :

    Hari kamis malam jum’at yang lalu salah seorang binaan ane dateng kekosan. Tepatnya Pukul 22.33. Alhamdulillah ane belum tidur, masih didepan komputer untuk merapihkan folder2 yang sudah semakin penuh dan berantakan. Dia mengungkapkan dan mengutarakan sebuah kalimat yang membuat ane agak tercengang kaget.

    “Mas Agus..saya ikut mentoring itu untuk bekal saya mati nanti mas..Jadi, tolong bimbing saya..”

    Sambil berlinang air mata dan mengacungkan 2 buah jari, menunjukkan lambang “peace”. Sebagai cara untuk menahan air mata yang keluar. Ane faham itu.Malam itupun kita asyik saling berbagi asa tentang hidup dan kuliah.Hhh..subhanallah..Jazakallah akhi..

    Belum hilang rasa haru diri ini, sebuah sms hadir dari 081221229xxx. Ternyata beliau adalah kakak ane.Mba Tati :

    “Assalamu’alaikum. Gus pa kabar? Ini nomer mba Tati. Gimana Kuliah, udah mau ujiankan? Gus kamu jangan ketinggalan kuliah ya..kan sayang, sudah dijalani dengan penuh perjuangan. Kalo bisa seimbang antara Organisasi dan kuliah. Bikin Prioritas!! Mba juga dulu aktif dikampus sampai tahun kedua. Nilai Mba Bagus. Tapi seterusnya turun, coz sibuk dengan Organisasi. Kamu bisa ngajuin Beasiswakan? Kalo dulu mba banyak yang dapet. Afwan, mba gak bisa bantu banyak. Mba cuma berbagi pengalaman aja. Mba Paham kondisi BEM dan Masjid Kampus itu gimana. Hati-hati, jangan sampai niat yang baik jadi kotor gara2 kita salah bersikap. Di Organisasi itu rawan “Panyakit Hati”. Mudah2an kamu sehat ya..mba cuma pengen kamu sukses kuliah + dakwah. Kalo ada pulsa..sms nomer mba Sri dong..wasalam.”

    Hhhhh..subhanallah walhamdulillah..
    Jazakillah ya mba..

  5. mujahidallah Says:

    Afwan, mau numpang naro comment diskusi. Ane udah coba buat submit comment tapi gak masuk masuk. Jadi ane taro disini aja.

    to : gaza

    Assalamu’alaikum.wr.wb

    Ba’da tahmid, Takbir dan Istighfar.

    Bismillah…

    Saya tidak mengatakan cinta dan suka seperti yang sampeyan maksud.
    Yang saya tulis itu sebuah singkatan. BACA DONG!!!

    Lah..anda memang tidak jelas KOK!!! Saya lebih menghargai anda ketika anda memiliki POSISI. Seperti yang saya katakan diawal, Jadi saya bisa tahu, saya bisa memahami dan menelaah sejauhmana antum memahami Jama’ah, sejauhmana antum memahami Partai, sejauhmana antum memahami Gerakan Dakwah. Saya Hanya merasa lucu saja dengan antum. TIDAK PUNYA POSISI YANG JELAS. Anda sendiri yang bilang BAHWA anda BUKAN PKS, FKP, PKSwatch. Saya hanya bertanya saja sama anda!! Anda ini lagi ngpain????

    Orang salafi yang mau ikut-ikutan??? Karena satu cara pandang????
    Kelaut aje, bernang ama kura kura!!!

    Saya hanya berfikir JIKA anda tidak pada posisi PKS, FKP, PKSwatch, and the others. UNTUK APA anda ikut campur??? KAN LUCU!!?

    Saya TIDAK ingin JAWABAN Eksternal seperti yang anda maksud. OOT!!!

    Anda katakan saya harus FOKUS dalam diskusi. TAPI Anda sendiri TIDAK Fokus dalam diskusi ini. HAL terpenting ketika seorang memahami sesuatu adalah Konsep Dasarnya. Ana tanya antum APA itu ASHOLAH Dakwah?? APA dan Bagaimana itu PARTAI?? TAPI antum cuma bisa jawab seperti itu saja. Cuma bisa bilang : “Kembali Kepada, AlQuran dan Sunnah.”

    Sekarang ana tanya : BAGAIMANA alquran dan sunnah menyelesaikan masalah GAZA (Palestina, bukan gaza antum)???Bisa dijelaskan wahai ahlu sunnah???

    Saya tertarik dengan Tema yang diusulkan oleh Teman2 saya di HTI, dengan tema : “Palestina..Akar Masalah dan Solusinya”. SEKARANG Jika saya kasih tema ke anda : “PKS..Akar Masalah dan Solusinya”. Saya tanya sama anda!!! Anda BISA menjelaskan TIDAK???

    BAGAIMANA seorang yang TIDAK AHLI dalam sebuah URUSAN memposisikan diri sebagai SEORANG yang memahami sesuatu????

    Saya tidak bodoh untuk menilai mana FKP mana PKS. Mana yang ngritik PKS dengan santun mana yang tendensius. Mana yang kritikannya membangun mana yang menghancurkan.

    Saya lihat anda TIDAK cukup dewasa dalam menanggapi sebuah masalah.

    Maklum..masih muda yach?

    Syukron ‘ala ihtimaminkum..

  6. mujahidallah Says:

    Purwokerto, 14 Maret 2009.

    Waahh..subhanallah, sepertinya ada energi baru dan harapan baru menjadi K-Dept Kaderisasi. Bismillah..smoga semester ini adalah awal yang baik, insya Allah. Syukron atas semuanya. Ibu, Kakak ana (mba Tati dan mba Ica), Saudara ana, Keponakan2 ana, Ummi Zaki, Teh Apong, Kader2 KAMMI, ADK Biologi, UKMI, Murobbi ana, temen2 Liqo ana, Ade2 UKMI, ade ade Mentoring Syifa-Bio, Kakak2 ana diFakultas Biologi (Mba mba dan mas mas-nya)Subhanallah..ternyata antum banyak memberikan ilmu kepada ana, syukron ya, Syukron sudah mau sabar dan Bijaksana. Afwann..terlalu banyak bercanda dan gak serius, Jarfak-Bio.

    Belajar dan terus belajar untuk lebih matang dalam Tarbiyah Kehidupan, Tarbiyah Ruhiyah, Tarbiyah Dzatiyah, Tarbiyah Syiasah, Tarbiyah Jihadiyah. Harus mulai Bikin Prioritas, Harus mulai tegas dan gak banyak tanya, Belajar memahami Orang lain, Belajar memahami PERASAAN Orang lain, Harus mulai BERANI menghadapi setiap aral yang menghadang, Belajar Selalu mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, Belajar lebih serius, Belajar menjaga hijab yang lebih baik, Belajar menata hati, Belajar menjadi lebih Arif dan Bijaksana.

    Insya Allah…

    Pokoknya.. Belajar..belajar..dan belajar..

  7. mujahidallah Says:

    Harus tetap smangat!! n jaga kesehatan!!

  8. mujahidallah Says:

    Catatan, Selasa, 24 Mei 2009.

    Sejenak saya cek pulsa diHP saya; *888# :

    Sisa pulsa Rp 438,65. Penggunaan pulsa di Periode ini Rp 157.764. Akhir periode : 09/06/09. Kirimkan puluhan SMS CINTA kepada orang terdekat Anda. Hub *100#.

    Agak sedikit kaget juga melihat jumlah pulsa yang saya habiskan. (biasa aja kale..)

    Waktu itu, pernah ngisi pulsa 10.000,- dan ternyata tidak sampai 2 hari sudah habis.

    Dalam hati saya berkata, “Hhmm, saya boros juga yah.”

    Tapi itu TIDAK menjadikan saya kecil hati atau bingung dengan apa saya harus menghadirkan pulsa yang baru diphonsel saya ini. (Maksudnya ngisi pulsa lagi :D ).

    Harapan saya cukup sederhana :

    Jika pulsa yang saya habiskan itu untuk :

    1. Mengingatkan teman2 akan pentingnya Kajian Fikih dan Tafsir diMasjid Kampus Nurul Ulum.

    2. Sarana Taujih dan Tausyiah untuk Pengurus dan Kader.

    3. Sarana Silaturrahim dan Penjagaan Kader.

    4. Menanyakan kabar saudara2 saya.

    5. Sarana ‘Jarkom Kegiatan j’ika memang dibutuhkan dan dimintai tolong untuk Jarkom.

    Disatu sisi ada rasa puas dalam diri dan hati saya, setidaknya ana ’sedikit’ mengamalkan nilai2 Alquran tentang nasehat-menasehati dalam Kebaikan dan Kesabaran.

    Berharap pahala dari Allah ~azza wa jalla~ senantiasa hadir dalam kehidupan saya untuk bekal saya nanti ketika jasad sudah tak memiliki ruh. (sudah mati)

    Mengharapkan lahir jundi2 baru yang siap ber’amal untuk Kebangkitan Islam.

    Hhhh..masih banyak ikhwah..

    Terakhir :

    Mohon do’a dari antum wa antuna semua. Hari ini saya lagi di Uji oleh Allah dengan nikmat Sakit. Smoga diberikan kesabaran, di ampuni dosa2 saya dan Smoga lekas diberi kesembuhan. Amiin.

    Karena jalan dakwah ini masih panjang…


  9. Bahan tulisan Agus : Lima ciri kartel dalam sistem kepartaian di Indonesia, yakni: (1) Hilangnya peran ideologi partai sebagai faktor penentu perilaku koalisi partai; (2) Sikap permisif dalam pembentukan koalisi; (3) Tiadanya oposisi; (4) Hasil-hasil pemilu hampir-hampir tidak berpengaruh dalam menentukan perilaku partai politik; dan (5) Kuatnya kecenderungan partai . Read Moreuntuk bertindak secara kolektif sebagai satu kelompok. Kelima ciri tersebut, khususnya yang kelima, berlawanan dengan sifat umum sistem kepartaian yang kompetitif. (Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Kuskridho Ambardi)

Tinggalkan Balasan