Ehem ehem ehem..sebelum saya bahas lebih jauh dan lebih dalam apa dan bagaimananya, mari terlebih dahulu kita lihat Curicullum Vitae beliau ;

Nama lengkap : Dr. Eggy Sudjana, S.H, M.Si

TTL : Jakarta, 3 Desember 1959

Pekerjaan : Advokat

Alamat : Villa Indah Pajajaran. Jln Sultan Agung no. 1, Bogor.

No HP : 0812 1904 1959 (empat digit jadi tahun lahir)

Riwayat Pendidikan :

S1 FH Jayabaya
S2 IPB Bogor
S3 IPB Bogor
TU Berlin, Jerman, Program Sosiologi

Pengalaman Organisasi :

1980-1981 Sekum Komisariat FH HMI Jayabaya
1982.1983 Ketua Korkom HMI Jayabaya
1984.1985 Ketum Cabang HMI Jakarta
1986.1988 Ketum PB HMI MPO
1998.2004 Presiden PPMI
2006-Sekarang Ketua Majelis Syuro PPMI
2008-2011 Panglima LEPAS (Laskar Empati Pembela Bangsa)
2008-2011 Wapres KOngres Advokat Indonesia (KAI)

(Ada tahun kosong yang tidak beliau isi, yaitu 1988 sampai 1998. Selama 10 tahun. Kemana?)

Tema Tabligh Akbar UKKI : “Semangat rela berkorban ditengah modernitas zaman, sebagai salah satu solusi problematika ummat”

Saya coba tulis dengan konsep naskah drama saja, biar enak dibaca dan tidak terlalu panjang.

Dr. Eggy : Assalamu’alaikum wr.wb
Peserta : (Hanya beberapa saja yang menjawab, yang lain masih ngobrol sendiri-sendiri)

Dr. Eggy :
(Mengulang salam) Assalamu’alaikum wr.wb
Peserta : Wa’alaikumsalam wr.wb (Menjawab serentak)
Dr. Eggy : Menjawab salam itu wajib hukumnya, ada perintahnya.
Peserta : (Mulai mengkondisikan diri dan mulai agak sepi)
Dr. Eggy : Nah ini ngobrol, emang ngobrol wajib? Saya ga mau denger ada yang masih ngobrol dan ngegerundeng. Kalo ada yang masih ngobrol mending di luar saja.

Content yang dibicarakan (mulai masuk materi) Tantang Pentingnya Tauhid ;

Pentingnya bertauhid kepada Allah dengan benar adalah solusi dan kekuatan membangun bangsa, sebagai semangat awal. Orang yang faham substasi tauhid, maka ketika memekikkan takbir, menjadi yakin bahwa hanya Allah sajalah yang Maha Besar. Maka Presiden kecil, Menteri kecil, DPR kecil, Gubernur kecil, Bupati kecil,Polisi kecil, kita pun kecil dan Hanya Allah sajalah yang Maha Besar.

Sayangnya, ini tidak ada perintahnya langsung dari Presiden. Padahal Presiden, Menteri dan Pejabat ketika ingin dilantik, mereka semua bersumpah atas nama Allah. Mereka menggaransi jabatannya atas nama Allah, sedangkan Allah mempunyai hukum, sehingga kita harus tunduk dan patuh kepada hukum Allah.

Tauhid juga menjadi dasar diterimanya sholat kita, karena sholat yang benar itu adalah ketika dapat mencegah kemungkaran (membaca ayat tentang fadhilah sholat). Banyak orang sholat, tetapi tidak mendapatkan pahala substansi sholat itu sendiri. Cuma tunggang tungging saja, tetapi tetap saja di sekitarnya banyak permasalahan.

Nabi Ibrahim adalah seorang nabi yang Allah memujinya karena keikhlasan yang luar biasa. Begitupula dengan Siti Hajar dan Nabi Ismail. Ketika bolak-balik dari Safa ke Marwa dan Ismail yang merelakan diri untuk disembelih oleh Ibrahim karena ia tau bahwa itu adalah perintah Allah. Begitu heroik perjuangan mereka. Dan tauhid inilah kunci agar seseorang berani dan rela untuk berkorban.

Menumbuhkan semangat rela berkorban adalah dengan bertauhid kepada Allah secara benar. Saya jamin itu. Tauhid yang benar juga membuat kita menjadi seorang yang berani.

Coba anda baca UUD 45 alinea 3, “Atas berkat rahmat Allah yang Mahakuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur..” serta Pancasila sila pertama, “Ketuhanan yang maha esa, dengan kewajiban melaksanakan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya”(Versi yang asli). Ini artinya islam sebagai dasar negara. (Tulisan beliau ada di Majalah Hidayatulloh di Kost ana, ttg Dasar Negara)

Presiden berkuasa membentuk undang-undang yang disetujui oleh DPR, oleh karena itu seharusnya presiden menjalankan syariat islam dalam urusan bernegara. Dan harus tunduk kepada hukum Allah.

Bagaimana jika ada penolakan bahwa negara kita ini bukan negara islam, jadi tidak bisa dipaksakan mendirikan negara islam. Jika begitu, untuk apa ada UUD ’45? Kenapa alasan golongan menjadi hal yang membuat stak. Ini logikanya terbalik.

Islam adalah tata nilai bukan golongan, sumbernya dari Allah. Islam itu keadilan, kesejahteraan, keselamatan for every body.

Komentar tentang Kasus KPK VS POLRI ;

Harusnya kita bersyukur ada Anggodo, karena dia..kita jadi tau BOBROK dan BRENGSEKNYA pejabat2 pemerintahan. Sampai saat ini kasusnya seperti bola liar, saling dukung dan saling sikut. Seharusnya perkara Candra dan Bibit di lanjutkan, sehingga kasusnya jelas dan masyarakat jadi tau. Tapi ya tetep si Anggodo di Adili juga. Kita harus Cerdas, Jangan KPK di dukung, Polri di Dukung. Harusnya yang salah itu di Adili di Pengadilan.

Dr. Eggy : Saya ingin berandai-andai. “Boleh saya berandai-andai?”

Seandainya saya jadi presiden, saya tidak perlu membentuk Tim 8. Untuk apa? Cukup memanggil Menteri Polhukam, POLRI dan Kejaksaan. “Silahkan you selesaikan kasus ini dalam 2 minggu, jika tidak selesai you saya pecat!”. Untuk apa bikin Tim 8? emang bikin Tim 8 gak pake uang apa? Miliaran itu. Rapat DPR juga pake uang. Semua harus di kembalikan Ke Pengadilan, karena di Pengadilan si WW juga ngaku kalo dia di intervensi, jadi BAP-nya dicabut. Sebentar lagi Presiden ingin membacakan hasil Rekomendasi Tim 8. Bakal ada konflik lagi ini, karena banyak yang tidak puas.

Sekarang coba sebutkan pasal 34! “Fakir miskin dan anak-anak di Pelihara oleh negara..” Sekarang kepala negaranya siapa??? SBYeee. ..sensor..

Harusnya Pak Susi itu..maksud saya Pak Susilo Bambang Yudhoyono bisa mengatasi Permasalahn2 yang terjadi. Indonesia ini Kaya Sumber Daya. Panjang pantai kita itu 81 juta Km, sedangkan Thailand hanya 30 Juta Km. Terpanjang kedua setelah Canada. Tetapi Devisa kita kalah dengan Thailand. Indonesia Punya Menteri UKM, Punya Menristek, Punya LIPI, Punya ITB, Punya ITS, Punya IPB, Punya PAL, Punya IPTN. Tapi ya tetep aja, dari dulu sampai sekarang yang namanya Tales masih dijual dipinggir jalan. Kalah sama MC Donals dari Amerika. Karena kita ga punya mesin-mesin untuk memproduksi Tales agar bisa lebih terkenal. Harusnya ini di garap sama anak-anak IPB.

Nyindir menyindir PKS dan Pemerintahan ;

Tahun kemarin menteri pertanian dari PKS, tapi tetep aja kita Impor Beras. Partai yang katanya Bersih Peduli. Sekarang Menteri Pertanian, MenKomInfo, Mensos dan Menristek dari PKS, tapi mana Kebijakannya?Ga ada!

Presiden juga gitu, 2 bulan sebelum Reformasi Harmoko bilang sama Soeharto,”Seluruh rakyat Indonesia mendukung Bapak untuk kembali menjadi Presiden RI”. Eeh, ternyata malah diturunin. Sekarang juga sudah genap 1 bulan dari Pemerintahan SBY. Jika ingin, kita bisa berhentikan dia. Saya sudah nulis di Beberapa surat kabar. Jika presiden tidak bisa menyelesaikan permasalahan bangsa, maka akan ada “People Power” yang akan menduduki Istana dan menuntut untuk mundur.

Ketua MPR juga sama, dulu ketua MPR Amin Rais, dia ketua PP Muhammadiyah. Tapi selama 5 tahun, dia ga ngapa-ngapain tuh. Kemarin Hidayat Nurwahid dari PKS juga sama. Apalagi sekarang..Taufik Kiemas.

Beliau menyuruh peserta yang hadir untuk demo ;

Saya juga dosen, jika ada Mahasiswa saya yang demo tapi nilai akademiknya jelek, Saya kasih nilai A. Tapi tetap saya suruh baca-baca buku. Dosen lain malah terbalik, seharusnya Mahasiswa yang pada demo itu dapet nilai yang bagus, Jangan malah dilarang. Dosen bego itu yang ngelarang-ngelarang Mahasiswanya demo. Kalian ini bikin gerakan, demo tuh Kantor Bupati! Ini disuruh Demo, “Saya lagi ada Ujian..” Kalo begini, dimana rasa pengorbanannya?? Kan demo gak lama, 2 jam juga cukup. Dateng ke Kantor Bupati, Bikin surat Rekomendasi, Dikasihin sama Bupatinya terus suruh Bupatinya menyampaikan ke Presiden SBY. Masa ama bupati takut,ama dosen takut, ama polisi takut? Syirik itu namanya. Kalo kalian lagi Ujian, minta aja sama dosennya untuk ujian ulang. Kalo yang demo rame-rame begini (sambil nunjuk semua peserta tabligh akbar), masa ia gak boleh ada ujian ulang?

Setelah agenda Tabligh Akbar selesai, malamnya saya membuat resume hasil kajian dan tulisan ini. Alhamdulillah masih saya ingat dengan baik dan jelas. Tidak lupa smsan dengan “salah seorang” yang pernah menjadi senior Mas Eggy saat masih di HMI ;

Beberapa info yang saya dapat ;

1. Beliau ternyata Orang Partai ; Tahun ’99 Partai PUI, 2004 PBB dan 2009 PPP.
2. Beliau orang DPP PPP (Jadi masuk struktur Partai).
3. Beliau seorang Dosen, Pengacara (Advokat), dan Bisnis Mobilisasi Demo-demo.
4. Ketika menjadi Ketua Umum PB HMI MPO, yang menjadi Sekjend-nya adalah Ir. Muhammad Nuskhi ZK, M.Si (Sekarang beliau menjabat sebagai Takmir Masjid Fatimatuz Zahro, Purwokerto).

5. Istri beliau orang Purwokerto, jadi beliau sering main kesini.
6. Ciri khas mas Eggy ; Provokatif dan Frontal (timbul kesan yang benar hanya beliau saja).

Catatan Ringan Tentang HMI ;

Dalam sistem Kaderisasi HMI ada istilah jenjang kader :

1. Basic Training (Biasa disebut dengan LK atau Latihan Kader HMI , setara dengan AB1 di Kammi).
2. Intermediet ; LK 2 HMI.
3. Senior Course (SC) ; Sudah masuk dalam HMI Cabang.
4. Ekspen ;
5. Badko (Badan Koordinasi) ; Sudah masuk wilayah HMI Pusat.
6. BP (Badan Perumus) ; Sudah masuk tokoh-tokoh politik,

Dalam Hal Diskusi dengan Gerakan lain (Saat musma atau Rapat-rapat Ospek) biasa dikenal dengan Strategi 3M pada HMI-Dipo, yaitu ;

1. Memutar Balikan Fakta.
2. Mengadu domba.
3. Memelas.

(Saya dapat langsung dari hasil diskusi dengan salah satu Kader HMI-Dipo, share, di Purwokerto)

Untuk Strategi HMI-MPO sepertinya tidak di Bahas disini,ini juga hanya analisis Pribadi. Ada 3 point penting yang beliau (Dr. Eggy) sampaikan di terakhir kajiannya, (dengan sikap dan gerak serius) Jadi saya katakan 3 Point Penting. Terkait dengan bagaiman cara memobilisasi dan memprovokasi orang lain. Tapi ana agak lupa. Cz ga bawa catetannya. Ini juga nulis langsung ana tulis di FB, di Internet. Udah malem juga, ngantuk. Syukron wa afwan.

(Tulisan ini BENAR adanya TIDAK saya EDIT atau saya tambah-tmbah, Jika ada wacana yang terlupa, akan ana tambahkan point yang terlupa itu).