Walikota Bekasi H.Mochtar Muhammad yang sedang menunaikan ibadah haji, dalam rekaman suara yang diperdengarkan kepada perwakilan Ormas islam Bekasi , menyatakan dirinya memang memberikan surat rekomendasi terhadap acara Bekasi Berbagi Bahagia
BEKASI — Pemkot Bekasi berjanji akan membubarkan acara ‘Bekasi Berbagi Bahagia’ yang digelar Yayasan Mahanaim. Sekretaris Daerah II Kota Bekasi, Tjandra Utama, mengatakan, pihaknya akan mencabut izin acara tersebut yang rencananya digelar sejak Ahad (23/11) hingga dua pekan ke depan.
”Kami memang memberikan rekomendasi untuk acara perlombaan. Kalau ternyata acaranya di luar itu, tentu akan kami berhentikan,” ujarnya, kemarin (23/11).Mochtar Mohammad, wali kota Bekasi, yang dihubungi oleh gabungan ormas Islam, Sabtu (22/11), memerintahkan untuk membubarkan acara itu jika terbukti melakukan tindakan kristenisasi. Mochtar yang sedang menunaikan ibadah haji, dalam rekaman suara yang diperdengarkan, menyatakan dirinya memang memberikan surat rekomendasi. Alasannya, karena Yayasan Mahanaim meminta persetujuan untuk acara perlombaan dan pembagian hadiah semata.
Ormas Islam se-Kota Bekasi, kemarin pagi, menemui Tjandra dan menuntut acara itu dihentikan. Menanggapi tuntutan itu, Tjandra mengatakan bahwa dia tidak mungkin tiba-tiba memberhentikan acara yang sedang berlangsung. ”Kami khawatir akan terjadi kekacauan jika langsung diberhentikan,” katanya. Namun, dia berjanji akan menghentikan acara pada pekan berikutnya.Gabungan ormas Islam meyakini bahwa acara yang diadakan serentak di 53 kelurahan se-Kota Bekasi tersebut mengandung muatan kristenisasi. Hal ini diungkapkan oleh Komar, ketua Front Anti Pemurtadan Bekasi. Mereka bahkan membawa bukti berupa rekaman suara. ”Ada beberapa kosakata yang terindikasi kuat itu adalah bahasa bible,” ujarnya.
Keterangan ini pun didukung oleh Meti, seorang warga Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi. Ia menyatakan bahwa acara yang berlangsung sejak pukul 06.00-12.00 WIB tersebut mengandung unsur pemurtadan. ”Di tengah lomba, panitia menyanyikan lagu-lagu rohani Kristen,” katanya. Acara yang diadakan di depan kompleks Perumahan Dirgantara Permai tersebut, menurutnya, membagi-bagikan hadiah yang dapat mengundang banyak warga. ”Hadiahnya bagus-bagus dan beragam,” ungkapnya.
Inilah bukti Foto-fotonya kejadian di daerah Vila Indah Permai-Wisma Asri Bekasi Utara

Badruzzaman Busairi, ketua MUI Kota Bekasi, mendukung tindakan pemkot untuk menghentikan acara yang akan berlangsung hingga dua pekan ke depan itu. Bukti-bukti autentik berupa dokumen tertulis dan rekaman, menurutnya, sudah cukup untuk menjadi alasan agar acara tidak dilanjutkan. Ia menambahkan, Senin (24/11), Tjandra mengundang ormas Islam untuk mengadakan pertemuan dengan Polres dan Satpol PP Kota Bekasi. ”Pertemuan ini akan membahas soal pembatalan ‘Bekasi Berbagi Bahagia’,” katanya.
Acara ‘Bekasi Berbagi Bahagia’ di GOR Kota Bekasi berlangsung dengan diikuti oleh sekitar 100 orang peserta. Peserta dilengkapi dengan topi berwarna kuning bertuliskan ‘Bekasi Berbagi Bahagia’. Tina, salah seorang peserta lomba yang beragama Islam, mengatakan bahwa sejak awal acara tidak ada indikasi pemurtadan. Untuk mengikuti perlombaan pun tidak sulit. Ia hanya perlu mendaftar kemudian mendapatkan kupon dan bisa mengikuti perlombaan dengan berbagai hadiah yang menggiurkan tersebut. ”Enak, semuanya gratis,” ujarnya.
19 Desember 2008 at 18:13
Kristenisasi juga baru saja terjadi di Bukit Sentul – Bogor, berkedok sembako murah mereka menyebarkan leaflet, bendera dan fotocopy yel-yel kristen. Beruntung sebelum terjadi pembaiatan warga muslim sekitar menyetop semua kegiatan tersebut. Saat ini kami warga muslim Bukit Sentul dan kawasan sekitar sedang mengajukan tuntutan hukum atas pelanggaran UUD tentang ajakan beragama kepada orang telah memeluk agama. Dari informasi yang ada rencanya mereka juga akan membuat di Bandung. Jadi mari kita rapatkan barisan dan sebarkan semua informasi yang kita punya dan kita siapkan pasukan jihad apabila memang mereka mengajak kita berperang. Jadilah muslim yang baik atau kita mati sebagai syuhada. ALLAHU AKBAR.
20 Desember 2008 at 00:04
Selamatkan generasi muda muslim dari kristenisasi dan pemurtadan.Jangan mau dibilang domba2 tersesat. Najis trilili..cuiih..cih..cih..
Selamatkan aqidah ummat!!
Tetap berjuang saudaraku..Allahu Akbar!!
22 Desember 2008 at 16:57
“Bentengi aqidah ummat dari kemusyrikan!!”
Untuk Bapak Walikota Bekasi : “Takutlah kepada adzab dan siksa api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”
6 Maret 2009 at 07:56
Penghakiman, adzab adalah hak mutlaknya Allah jadi kita jgn sok2an menghakimi org lain….
Orang berbuat baik selalu di curigai….
Bagaimana dgn oknum muslim yg merusak gereja??????
Intinya marilah kita sama2 menjaga ketentraman dan kesatuan, jgn mudah di provokasi kristenisasilah atau islamisasilah…kayak jaman PENJAJAHAN aja mudah diadu domba…..
13 Mei 2010 at 15:38
Majulah terus pemuda-pemudi Islam… pantang mundur… kalau bukan kita yang meneruskan dan meluruskan ajaran Guru kita AlMaghfurlah KH. Noer Alie…siapa lagi… ALLAHU AKBAR..
29 Juni 2010 at 11:39
@ H. Kasidi:
Berbuat baik tanpa maksud tersembunyi tentu gak apa-apa, tetapi kalau sudah berdoa bersama dengan nama tuhan Yesus bagaimana? Apa gak perlu curiga?!!!
Membangun Gereja di komunitas Muslim, sedang penganut kristenya cuman 1 KK gimana?, apalagi membangunya tanpa izin?? diperingatkan dengan santun tapi gak didenger!!, lapor aparat yang berwenang gak ada action??? terus kalo dirusak, salah sapa???
Bung, ini bukan masalah adu domba, atau spt Penjajah!!, ini masalah persaudaraan sesama muslim. Saudara kita sedang dimasukan ke Neraka, terus kita diam saja dengan alasan kerukunan, toleransi dll. Kita sudah cukup toleransi tapi MEREKA tetap mengusik kita.
“TIDAK BERIMAN SEORANG HAMBA BILA DIA TIDAK MENCINTAI SAUDARANYA (SESAMA MUSLIM) SEPERTI DIA MENCINTAI DIRINYA SENDIRI”
Kalau Bung H. Karsidi seorang Muslim, smoga sadar. tapi kalau bukan, smoga Allah swt memberi anda hidayahnya. Amien….
8 Mei 2011 at 08:33
Dalam hal agama tidak boleh memaksakan, kan “Lakum Diinukum Waliadiin” berarti mereka sungguh kejam. karena memaksakan agama kepada orang yang sudah beragama. kaya kentut
6 Maret 2012 at 23:58
Lebiih baik ada acara seperti itu , daripada kasus Korupsii , Teroris ..
Janganlah memikirkan diri sendiri ..
Omong kosong semua kalian,, Saya setuju BEKASI BERBAGI BAHAGIA diadakan lagi , bahkan sampaii ke pelosok Negerii