bacalah alquran dan 'amalkan :)Qaidah fiqhiyyah yang paling banyak digunakan oleh aktifis dakwah dalam menjustifikasi kemunkarannya adalah “Al-MASYAQQATU TAJLIBUT TAISIIR” (Kesulitan itu mendatangkan kemudahan). Itu adalah satu dari lima besar qaidah fiqhiyyah yang dibawahnya bercabang ratusan qaidah. Atas dasar qaidah-qaidah tersebut fiqh dibangun dan semua hukum berhubungan dengannya (Lihat Al-Asybaah Wan Nazhaair oleh Asy-Syuthiy, hal 8).

Yang dimaksud dengan qaidah tersebut adalah bahwa kesulitan (masyaqqah) yang diakui oleh syariah (mu’tabarah) merupakan sebab yang syar’i untuk yang mendatangkan kemudahan (taisir) dalam bentuk keringanan (takhfif) dan kemudahan (tashil) hukum. (lagi…)

Nama Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari hari-hari ini menghiasai ruang pemberitaan Nasional. Pasalnya, mantan Menkes tersebut diketahui dituduh dan telah ditetapkan oleh kepolisian sebagai tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan proyek alat kesehatan tahun anggaran 2005. Hal itu terungkap dari kesaksian bekas bawahan dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 12 April 2012.

Pada Jumat, (13/04/12) mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan akan mengkonfirmasi berita penetapan status tersangka atas dirinya. “Saya akan cek ke Markas Besar Kepolisian kenapa nama saya bisa muncul,” katanya pada Kamis, 12 April 2012.

Dia mengatakan rencananya pada hari ini, Jumat, 13 April 2012, akan mengkonfirmasi berita tersebut. “Yang ingin saya cari tahu kasus apa yang sedang ditangani oleh Mabes sehingga nama saya bisa sampai keluar di persidangan,” ucapnya. “Cara konfirmasinya seperti apa itu urusan saya, bisa datang langsung ataupun melalui telepon,” kata Siti, Tempo.co.

Hanya saja Siti yang sekarang menjabat sebagai Wakil Tim Pertimbangan Presiden enggan berkomentar apa benar dirinya pernah diperiksa oleh Mabes Polri. “Saya tidak mau berkomentar masalah itu,” katanya.

Dia hanya mengatakan pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tujuh kali. “Kesemuanya terkait dengan tudingan penunjukan langsung di Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Tapi terlepas dari itu semua, ada hal menarik yang lepas dari sorot media terkait dengan kiprah sosok wanita yang pernah menjadi musuh nomor wahid Kedutaan Besar AS untuk Indonesia ini. (lagi…)

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.”. Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. (lagi…)

JUJUR, saya tidak terlalu paham sama “Ibu Kita Kartini”, tapi sama Ibunda yang satu ini saya paham.

1- Mujahidah Dakwah, Ustadzah, Muballighoh#Bunda Yoyoh
2- Tilawah 2-3-4 Juz setiap hari#Bunda Yoyoh
3- Penuh Kesabaran#Bunda Yoyoh
4- Umahat dengan 13 anak#Bunda Yoyoh
5- Peduli Kesehatan#Bunda Yoyoh

“Rahim seorang wanita harus dipersiapkan untuk menghasilkan generasi yang terbaik. Jadi, makanlah hanya sesuatu yang halal dan toyib”.#Bunda Yoyoh

“Resep fitnya, beliau mengingatkan untuk jangan lupa mengonsumsi habbatus sauda dan madu”. Beliau ihya sunnah (menghidupkan sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam)#Bunda Yoyoh (lagi…)

Oleh : Agus Supriyadi

Alangkah bijaknya bila kita berbaik sangka kepada mereka yang bersuara keras itu. Mereka-mereka yang merespon lebih itu, hanya kecewa atas orang-orang yang mereka anggap alim (berilmu), ternyata berbuat salah. Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa kekecewaan itu berbanding lurus dengan harapan. Jadi, kekecewaan yang tinggi itu didasari oleh sebuah harapan (baca: cinta) yang tinggi pula pada PKS. Saya teramat yakin dan percaya, bahwa kader-kader PKS itu bisa dan sangat mampu untuk berbaik sangka kepada saudaranya

Kader PKS itu memang didoktrin untuk berbaik sangka selalu, mereka hanya percaya dengan ta’limat resmi (berita resmi yang disebar secara topdown dari pimpinan, persis militer)

Ini akan baik-baik saja sejatinya, tapi akan menjadi masalah, karena petinggi-petinggi mereka (lagi…)

The Protection of  Whistleblower as Justice Collaborato

International Workshop on The Protection of Whistleblower as Justice Collaborator, Arya Duta Jakarta 19-20 Juli 2011. Pengalaman yang disampaikan pembicara dari Amerika, Australia, Italia, Belanda dan Jepang benar-benar disimak dengan baik oleh Perwakilan Polda, Pengadilan Tinggi, Kejati Se-Indonesia, Satgas Anti Mafia Hukum dan LPSK.

***

Workshop ini membahas tentang perlindungan terhadap saksi yang mau bekerjasama untuk membongkar kasus besar, seperti Susno Duaji. Workshop ini diakhiri dengan penandatangan MoU oleh Kapolri, Kejagung, MA dan LPSK. (lagi…)

Bismillahirrohmanirrohim…

***

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah ~Subhanahu wata’ala~, penolong tentaranya dan yang memuliakan agamanya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswah dan qudwah kita, pemimpin perang kita, murobbi kita, Nabi Muhammad bin Abdullah ~Sholallahu ‘alaihi wassalam~, beserta keluarga, para sahabat, mujahidin dan orang-orang yang senantisa istiqomah mengamalkan sunnahnya hingga yaumil akhir nanti, Amiin

***

Taujih Rabbani : “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (al-Qur’an), Kami adakan baginya syaitan -yang menyesatkan-, maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (al-Qur’an: 43: 36-37)

***

Taujih Syaikhut Tarbiyah KH. Rahmat Abdullah, Allahuyarham, “..Saya ingatkan ketika awal, masa muasasi dimulai. Ingat!! Qolallahu qola rasul. Kembali pada asholah. Komitmennya itu harus dibangun diatas dasar kepada keaslian. Jangan otak cerdas, kognitif, maju dengan panah-panah tetapi kosong hatinya, sombong terjadi, kebanggaan, bahkan snob. Enggak bangga lagi dengan islam, nggak bangga lagi dengan produk tarbiyah. Tetapi bangganya dengan sana sana sana. Termasuk menjadi-jadi tambah dungu, mentaklid cara-cara orang lain, padahal belum tentu benar..” (lagi…)

Halaman Berikutnya »