Oleh : Agus Supriyadi

Alangkah bijaknya bila kita berbaik sangka kepada mereka yang bersuara keras itu. Mereka-mereka yang merespon lebih itu, hanya kecewa atas orang-orang yang mereka anggap alim (berilmu), ternyata berbuat salah. Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa kekecewaan itu berbanding lurus dengan harapan. Jadi, kekecewaan yang tinggi itu didasari oleh sebuah harapan (baca: cinta) yang tinggi pula pada PKS. Saya teramat yakin dan percaya, bahwa kader-kader PKS itu bisa dan sangat mampu untuk berbaik sangka kepada saudaranya

Kader PKS itu memang didoktrin untuk berbaik sangka selalu, mereka hanya percaya dengan ta’limat resmi (berita resmi yang disebar secara topdown dari pimpinan, persis militer)

Ini akan baik-baik saja sejatinya, tapi akan menjadi masalah, karena petinggi-petinggi mereka (lagi…)

The Protection of  Whistleblower as Justice Collaborato

International Workshop on The Protection of Whistleblower as Justice Collaborator, Arya Duta Jakarta 19-20 Juli 2011. Pengalaman yang disampaikan pembicara dari Amerika, Australia, Italia, Belanda dan Jepang benar-benar disimak dengan baik oleh Perwakilan Polda, Pengadilan Tinggi, Kejati Se-Indonesia, Satgas Anti Mafia Hukum dan LPSK.

***

Workshop ini membahas tentang perlindungan terhadap saksi yang mau bekerjasama untuk membongkar kasus besar, seperti Susno Duaji. Workshop ini diakhiri dengan penandatangan MoU oleh Kapolri, Kejagung, MA dan LPSK. (lagi…)

Bismillahirrohmanirrohim…

***

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah ~Subhanahu wata’ala~, penolong tentaranya dan yang memuliakan agamanya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswah dan qudwah kita, pemimpin perang kita, murobbi kita, Nabi Muhammad bin Abdullah ~Sholallahu ‘alaihi wassalam~, beserta keluarga, para sahabat, mujahidin dan orang-orang yang senantisa istiqomah mengamalkan sunnahnya hingga yaumil akhir nanti, Amiin

***

Taujih Rabbani : “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (al-Qur’an), Kami adakan baginya syaitan -yang menyesatkan-, maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (al-Qur’an: 43: 36-37)

***

Taujih Syaikhut Tarbiyah KH. Rahmat Abdullah, Allahuyarham, “..Saya ingatkan ketika awal, masa muasasi dimulai. Ingat!! Qolallahu qola rasul. Kembali pada asholah. Komitmennya itu harus dibangun diatas dasar kepada keaslian. Jangan otak cerdas, kognitif, maju dengan panah-panah tetapi kosong hatinya, sombong terjadi, kebanggaan, bahkan snob. Enggak bangga lagi dengan islam, nggak bangga lagi dengan produk tarbiyah. Tetapi bangganya dengan sana sana sana. Termasuk menjadi-jadi tambah dungu, mentaklid cara-cara orang lain, padahal belum tentu benar..” (lagi…)

OLEH : AGUS SUPRIYADI

Ini masalah lama, sebagian kader PKS tidak bisa membedakan mana masalah individual mana masalah publik. Padahal nash dan contoh dari para salafush shalih memperlihatkan adanya perbedaan perlakuan antara kedua domain itu.

Saya ambil contoh, kalau seorang akh (misalnya) minum tuak (ingat ini hanya misal) di dalam rumahnya, dan saya tahu itu, maka saya tidak boleh mengumbar itu ke muka umum, kecuali memang ada kebutuhan yang dibenarkan oleh syar’i. Seperti misalnya beliau mengkhitbah keluarga saya, atau diminta oleh hakim.

***

Silahkan baca Riyadhus Shalihin, Bab: Ghibah Yang Diperbolehkan. Saya rasa untuk hal ini dalil-dalilnya sudah sangat jelas, tidak perlu saya paparkan lagi di sini.

Tapi kalau ada pemimpin (ini juga misal) menyuruh jundi-jundinya untuk mengelus-elus mobil orang, dan membayangkan kemewahan, maka itu sudah salah banget, dan harus diberi tahu kepada siapapun yang sebelumnya pernah membaca taujih beliau bahwa itu salah. Karena taujih beliau sudah nyebar ke mana-mana, maka tentu saja pemberitahuan juga harus menjangkau seluas mungkin. Kalau hanya didatangi ke orang ybs, lalu kita nasehati, lantas bagaimana dengan ribuan atau mungkin jutaan orang yang sudah terpapar pemikiran salah itu?

Tentu ketika kita kritik ini harus dengan sandaran syar’i, bukan karena like and dislike. Jelas di dalam Quran tercantum: (lagi…)

Sebuah uraian dari Ust Sigit Pranowo, Lc Al-Hafidz (jazaahullahu khayran) di situs Eramuslim hari ini juga sangat relevan dengan kondisi (kader) dakwah khususnya di jama’ah ikhwan hari ini, dan kader dakwah di mana pun secara umum. Saya berikan pengantar ini sekedar secukupnya menambahkan dari apa yang saya pandang penting. Selamat membaca. (lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.